Tujuh Hal Penting Menjaga Kandungan Saat Bekerja





Bagi setiap wanita yang sudah menikah kehamilan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Kehamilan adalah awal atau langkah mendapatkan seorang keturunan untuk penerus keluarga. Oleh sebab itu saat wanita hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan. Terlebih lagi jika wanita tersebut adalah wanita karir yang bekerja sembari mengandung. Tentunya meskipun sedang mengandung tuntutan pekerjaan harus tetap diselesaikan.

Saat bekerja sembari hamil, sangat penting untuk menjaga stamina agar cabang bayi yang ada didalam rahim bisa tetap sehat. Mudah saja menjaga kesehatan cabang bayi meskipun anda bekerja dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat dan 5 tips berikut ini.


1. Ubah posisi kerja Anda
Umumnya wanita yang sedang mengandung akan mudah pegal dan mati rasa. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengevaluasi ruang kerja anda dengan memastikan pengaturan meja dan kursi bisa membuat anda nyaman. Sebaiknya saat bekerja untuk meluruskan kaki anda akan tidak mudah pegal. Kalau perlu pakailah bantal dibelakang punggung anda. Dengan begitu meskipun anda bekerja, cabang bayi akan tetap nyaman.


2. Hindari Sepatu Hak Tinggi
Jangan mengenakan sepatu hak tinggi karena bisa menyebabkan peregangan otot-otot dipinggang. Mengenakan sepatu berhak tinggi bisa menyebabkan perubahan sumbu tubuh yang cenderung condong ke depan sehingga anda akan berusaha mengeakkan tubuh dengan merenggangkan oto pinggang dan punggung. Selain itu mengenakan sepatu hak tinggi saat bekerja bisa memicu resiko terjatuh yang bersiko keguguran atau anak cacat saat lahir. Pakailah flat shoes yang tetap membuat tampilan anda tetap formal saat bekerja.


3. Istirahat Yang Cukup
Seharian bekerja pastilah sangat melelahkan. Istirahatlah dengan cukup dengan melurukan kaki anda dan juga membalutkan minyak terapi pada bagian kaki untuk menghilangkan rasa pegal.


4. Jangan terlalu stress
Saat mengandung sangat penting untuk menjaga pikiran tidak stress. Namun jika anda merasa stress karena beban pekerjaan yang berat cobalah untuk menarik nafas atau seminggu sekali anda bisa melakukan yoga sehingga pikiran pun akan tetap fresh dan cabang bayi akan tetap sehat.


5. Berpakaian Senyaman Mungkin
Biasanya setiap perusahaan akan memberikan dispensasi berpakaian untuk wanita yang sedang mengandung. Hindari mengenakan pakaian yang ketat saat hamil. Pakaian ketat akan menggangu perkembangan janin dan anda pun tidak akan bebas bergerak. Pakailah busana wanita hamil yang formal yang mudah menyerap keringat atau berbahan katun sehingga anda bebas bergerak dan cabang bayi pun tidak akan merasa sesak. Anda bisa mengenakan long dress yang pas untuk anda kenakan ke kantor.

Namun jika Anda berhijab, anda bisa mensiasati pakaian kantor anda dengan mengenakan gamis ibu hamil modern yang cocok untuk dikenakan ke kantor. Selain nyaman digunakan mengenakan gamis akan tetap membuat anda tampil formal dan profesional. Mudah saja menemukan baju gamis khusus ibu hamil yang cocok dikenakan untuk pergi ke kantor di MatahariMall.com. Toko online baju gamis menyediakan berbagai model gamis formal khusus wanita hamil yang pas untuk anda kenakan sebagai pakaian kantor.

Memang, MatahariMall.com mengerti semua kebutuhan yang anda butuhkan untuk pergi ke kantor. Kini anda tak perlu takut lagi dengan kelima tips itu bisa membuat kandungan anda tetap aman. Hanya di MatahariMall.com satu satunya toko online baju gamis terlengkap yang bisa anda pilih sesuai keinginan Anda. []





1 komentar:

Belajar Menjadi Intelektual Qurany




Masih ada kesempatan untuk menjadi Intelektual Qurany. Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran (STIQ) An-Nur Yogyakarta, yang telah berdiri sejak 2002, masih menerima pendaftaran mahasiswa baru untuk gelombang terakhir sampai 26 Agustus 2016.



👍 Keunggulan
📖 Program unggulan tahfid al-Quran di setiap jurusan.
🏘 Asrama pesantren terpadu dan terjangkau.
✅ Terakreditasi BAN-PT.
💰 Biaya yang sangat terjangkau. TIDAK ADA BIAYA SKS.
🕐 Perkuliahan sore hari.
🎖 Beasiswa dari berbagai sumber.
🏅 Bebas SPP dua tahun untuk hafidz 30 juz; Bebas SPP satu tahun untuk juara 1 dan 2 di SMA/SMK/MA
🌿 Lingkungan akademik dan sosial yang ramah, agamis, asri, dan tenang di sekitar pesantren dg biaya hidup terjangkau.



📒 Program Studi
📈 Ekonomi Islam (S1)
💷 Perbankan Syariah (S1)
📖 Ilmu Hadits (S1)
📖 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S1)
💼 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1)
💼 Pendidikan Agama Islam (S1)



📚 Kurikulum
Mulai tahun ajaran 2016 ini STIQ an-Nur menerapkan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) standar Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia dan menggabungkannya dengan spirit al-Qur'an dan ciri khas kepesantrenan.



💰 Biaya SPP per Semester Terjangkau
🔹Ekonomi Islam Rp 1.000.000
🔹Perbankan Syariah Rp 1.000.000
🔹Ilmu Hadits Rp 800.000
🔹Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Rp 1.000.000
🔹Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Rp 1.000.000
🔹Pendidikan Agama Islam Rp 1.300.000



✍ Pendaftaran
🔹Bisa mendaftar online atau langsung.
📝 Mengisi formulir. Bisa online di 👉 https://goo.gl/nQc6pd
📋Copy ijazah SLTA atau sederajat legalisir rangkap dua.
🖼 Pas foto 3x4 dan 2x3 masing-masing 2 lembar.
💶 Biaya pendaftaran Rp 120.000.



📅 Tanggal Penting
🔹 26 Agustus 2016 pendaftaran terakhir
🔹 27 Agustus 2016 tes penerimaan
🔹 29 Agustus 2016 pengumuman hasil tes



🚩 Info lebih Lanjut
STIQ AN-NUR
📩 Komplek PP an-Nur Ngrukem, Sewon, Bantul, Yogyakarta
📬 PO BOX 135 BANTUL
📠 (0274) 646 9012
📧 stiq2002@gmail.com, stiq_annur@yahoo.co.id
⏫ www.stiq.ac.id
ℹ Khoirun Niat, MA 085634998068


Yuk sebarkan info bermanfaat ini untuk kerabat, teman, dan saudara. Semoga jadi catatan amal baik buat kita. Amin....

0 komentar:

Merdeka dalam Perspektif Kaum Santri







Kaum santri, kita tahu, adalah golongan orang-orang yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Biasanya mereka memiliki pandangan yang berbeda dalam mengartikan sesuatu. Lingkungan mereka sehari-harinya tidak lepas dari Kitabullah dan Sunnah Nabi. Oleh karena itu, penjelasan yang mereka gunakan pasti tidak terlepas dari kedua pedoman umat Islam tersebut.

Menyikapi hari kemerdekaan, ada juga penjelasan mengenai arti merdeka itu sendiri. Sebab, definisi merdeka versi mayoritas masih dirasa kurang memuaskan bagi kaum santri. Kata merdeka bagi kaum santri ini belum berlaku sama sekali. Perkembangan teknologi, misalnya, merupakan cobaan yang harus mereka lewati. Hal ini juga seperti penjajahan bagi mereka, penjajahan yang nyata.

Mengomentari makna merdeka, KH. Muslim Nawawi pengasuh Pondok Pesantren An Nur Bantul mengutip Kalamullah,


"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan)."  QS Ali ‘Imron: 185.

"Santri jika masih meninggalkan salat dan malas mengaji serta senang dengan dunia maka belum mencapai kata merdeka atau menang. Kemerdekaan kita telah mendapatkan dari para pahlawan dahulu, sekarang saatnya kita sendiri mencari kemerdekaan yang abadi”, jelas KH. Muslim Nawawi.

Ternyata memang masih jauh dari kata merdeka, seperti senang dengan dunia dan malas dalam mencari serta mendalami ilmu-ilmu agama. Bukti ini cukup dan fakta yang ada dalam diri kita sebagai kaum santri. Padahal awalnya hanya ingin mengikuti kemajuan zaman, sayangnya justru jatuh terperosok ke dalamnya.

Melihat pemaparan merdeka KH. Muslim Nawawi tadi, tentunya kita dapat merdeka setelah dijauhkan dari neraka dan masuk ke dalam surga. Bukan berarti selama di dunia ini kita tidak akan mencapai kata merdeka. Akan tetapi, itu hanyalah sebagai tolok ukur bahwa hasil akhir yang kita inginkan adalah surga. Kemerdekaan yang abadi hanya ada di surga, namun pencapaiannya ada di dunia.

Tentunya tidak mudah untuk mendapatkan hasil akhir tersebut. Khususnya kaum santri yang harus berjuang lebih keras melawan musuh. Selain teknologi yang canggih, hawa nafsu juga harus mereka hadapi. Teknologi dapat diatasi dengan adanya peraturan di pondok. Namun, nafsu berasal dari diri sendiri dan hanya diri sendirilah yang bisa menghadapinya. Jika nafsu tidak berhasil maka dapat menyebabkan malas dalam belajar atau menjalani aktivitas dalam pesantren. Bahkan dengan hawa nafsulah kita dapat terperosok dalam teknologi yang canggih dan senang kehidupan dunia.

Beberapa langkah bisa kita ambil untuk mencapai kata merdeka tersebut. Berada di dalam lingkungan pondok pesantren maka kita harus patuh dan tunduk terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Hal itu juga dapat menambah keberhasilan dalam melawan hawa nafsu. Sebab, peraturan itu juga menjadi pengatur diri yang bisa membuat hawa nafsu semakin bisa dikendalikan. Adanya peraturan tersebut juga pastinya membuat majunya kemampuan kaum santri. Sehingga, bukan hanya surga yang didapatkan namun kemerdekaan/ kebahagian dunia juga.

Uraian di atas tadi tentunya cukup untuk mengartikan kemerdekaan bagi santri pada khususnya. Merdeka menurut kaum santri yakni bisa mendapatkan surga Allah dan dijauhkan dari neraka-Nya. Adanya kemajuan teknologi dan hawa nafsu merupakan salah satu penjajah/musuh bagi mereka. Namun dengan berada di lingkungan pesantren dan taat dengan peraturan yang ada membuat mudah dalam mengalahkan keduanya tersebut. Sehingga pada akhirnya dapat memperoleh kemenangan, kemerdekaan yang abadi khususnya dan tentunya kemerdekaan dunia yang sesungguhnya. []

0 komentar:

Jual-Beli Kredit



Komisi Fatwa Mesir dalam Dar al-Ifta' al-Misriyah menjawab pertanyaan tentang hukum kredit:

واستدلوا بحديث عائشة رضي الله عنها حيث قالت: "جَاءَتْنِي بَرِيرَةُ فَقَالَتْ: كَاتَبْتُ أَهْلِي عَلَى تِسْعِ أَوَاقٍ، في كُلِّ عَامٍ وَقِيَّةٌ" متفق عليه. وهذا هو بيع التقسيط، وقد أقره النبي صلى الله عليه وسلم.

Para ulama membolehkan jual beli kredit dengan hadis Aisyah, kata beliau: "Barirah datang kepada ku dan berkata: Aku melakukan akad cicilan kepada keluargaku 9 Waqiyah, setiap tahun bayar 1 waqiyah" (HR al-Bukhari dan Muslim). Ini adalah jual beli kredit dan diakui oleh Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama (1 waqiyah = 4 dirham)

قال الإمام النووي: "أما لو قال بعتك بألف نقداً وبألفين نسيئة... فيصح العقد" "روضة الطالبين" (3/ 397).

Imam an-Nawawi berkata: "Jika penjual mengatakan: Saya jual barang ini 1000 secara kontan, dan 2000 secara dicicil, maka akadnya sah" (Raudlah ath-Thalibin 3/397)

Ma'ruf Khozin, anggota PW LBM NU Jatim (Muamalah sah, rezeki berkah)

0 komentar:

Membaca Yasin untuk Orang Mati


Warga Nahdliyin hampir hafal surat Yasin, karena sering membacanya, baik saat Tahlilan, ziarah makam dan lainnya. Apa tidak khawatir di bilang bid'ah? Jangan takut disebut bid'ah sebab ulama Madzhab Hanbali membolehkan, yaitu kakeknya Ibnu Taimiyah:

ومن ذلك ما قاله المجد في قوله صلى الله عليه وسلم اقرؤوا يس على موتاكم يشمل المحتضر والميت قبل الدفن وبعده فبعد الموت حقيقة وقبله مجاز (شرح الكوكب المنير 2/112)

"Diantaranya adalah yang dikatakan oleh al-Majdu (Yaitu Majduddin Abdussalam at-Taimiyah, kakek Syaikh Ibnu Taimiyah) dalam hadis Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama: "Bacakanlan Yasin untuk orang-orang mati diantara kalian" [HR Ibnu Hibban]. Hadis ini mencakup orang yang akan mati, orang yang sudah mati baik sebelum dikubur atau sesudah dikubur. Sesudah mati adalah hakikatnya, dan sebelum mati adalah secara majaz" (Syaikh Ibnu an-Najjar, Syarah Al-Kaukab al-Munir 2/112)

>> Catatan, bagi ulama yang tidak setuju akan menilai hadis ini dlaif karena <1> faktor Abu Utsman yang dinilai majhul dan karena <2> sanadnya idlthirab. Namun kita cukup berpegang pada hadis ini yang dikuatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam at-Talkhish al-Habir.

Ma'ruf Khozin, Anggota di Aswaja NU Center Jatim (Nahdliyin mengamalkan, dalilnya kami sampaikan)

0 komentar:

Dapatkah Arwah di Alam Kubur Mendoakan Orang Hidup?


Mari perhatikan hadis yang dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah:

 ﺇﺫا ﻗﺒﻀﺖ ﻧﻔﺲ اﻟﻌﺒﺪ ﺗﻠﻘﺎﻩ ﺃﻫﻞ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩ اﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻠﻘﻮﻥ اﻟﺒﺸﻴﺮ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﻴﺴﺄﻟﻮﻩ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ: ﺃﻧﻈﺮﻭا ﺃﺧﺎﻛﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺮﻳﺢ، ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻛﺮﺏ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ، ﻓﻴﺴﺄﻟﻮﻧﻪ: ﻣﺎ ﻓﻌﻞ ﻓﻼﻥ؟ ﻣﺎ ﻓﻌﻠﺖ ﻓﻼﻧﺔ؟ ﻫﻞ ﺗﺰﻭﺟﺖ؟ ﻓﺈﺫا ﺳﺄﻟﻮا ﻋﻦ اﻟﺮﺟﻞ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻗﺒﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ: ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﻫﻠﻚ، ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: ﺇﻧﺎ ﻟﻠﻪ ﻭﺇﻧﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﺭاﺟﻌﻮﻥ، ﺫﻫﺐ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻪ اﻟﻬﺎﻭﻳﺔ، ﻓﺒﺌﺴﺖ اﻷﻡ ﻭﺑﺌﺴﺖ اﻟﻤﺮﺑﻴﺔ. ﻗﺎﻝ: ﻓﻴﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ، ﻓﺈﺫا ﺭﺃﻭا ﺣﺴﻨﺎ ﻓﺮﺣﻮا ﻭاﺳﺘﺒﺸﺮﻭا ﻭﻗﺎﻟﻮا: ﻫﺬﻩ
ﻧﻌﻤﺘﻚ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻙ ﻓﺄﺗﻤﻬﺎ، ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻭا ﺳﻮءا ﻗﺎﻟﻮا: اﻟﻠﻬﻢ ﺭاﺟﻊ ﺑﻌﺒﺪﻙ ".

Jika seorang hamba wafat maka ruhnya berjumpa dengan hamba-hamba Allah yang penyayang, seperti mereka berjumpa dengan pemberi kabar gembira di dunia. Mereka menemuinya untuk bertanya. Sebagian mereka berkata: "Tunggu sebentar saudara kalian ini agar ia istirahat. Sebab ia mengalami kesulitan (karena baru meninggal)". Mereka bertanya kepadanya: "Apa yang dilakukan fulan? Apa yang dilakukan fulanah, apakah ia menikah lagi?". Jika mereka bertanya tentang seseorang yang telah mati sebelumnya, ia menjawab: "Orang tersebut telah binasa". Mereka lalu membaca inna lillah wa inna ilaihi rajiun. Ia telah kembali bersama ibunya ke neraka Hawiyah. Betapa buruk ibu dan anak didiknya. Lalu ia berkata: "Lalu ditunjukkan kepada mereka amal anak-anaknya (yang masih hidup). Jika mereka melihat amal baik maka mereka senang dan bahagia serta berkata: "Ini adalah nikmat dari Mu kepada hamba Mu, maka sempurnakanlah nikmatnya". Jika mereka melihat amal buruk maka mereka berkata: "Ya Allah, kembalikanlah hamba Mu"

Ulama Salafi-Wahabi Syaikh Albani berkata:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﺒﺎﺭﻙ ﻓﻲ " اﻟﺰﻫﺪ " (149 / 443)

Diriwayatkan oleh Ibnu al-Mubarak dalam al-Zuhd (149/443)

 ﻗﻠﺖ: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﻨﻘﻄﻊ ﺑﻴﻦ ﺛﻮﺭ ﺑﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ. ﻭﻗﺪ ﻭﺻﻠﻪ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﺳﻼﻡ اﻟﻄﻮﻳﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻋﻦ ﺛﻮﺭ ﻋﻦ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺪاﻥ ﻳﻌﻨﻲ: ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ ﺭﻓﻌﻪ. ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ ﺻﺎﻋﺪ ﻓﻲ ﺯﻭاﺋﺪ " اﻟﺰﻫﺪ " (444)

Saya (al-Albani) berkata: Para perawinya terpercaya, tapi terputus antara Tsaur dan Abu Rahm. Dan sungguh disambungkan dan dimarfu'kan kepada Nabi oleh Salam al-Thawil, dari Tsaur, dari Khalid bin Ma'dan....

Redaksi doa dalam riwayat Thabrani adalah:

ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: اﻟﻠﻬﻢ ﺃﻟﻬﻤﻪ ﻋﻤﻼ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﺗﺮﺿﻰ ﺑﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺗﻘﺮﺑﻪ ﺇﻟﻴﻚ ".

Mereka (para Arwah) berkata: " Ya Allah tunjukkan padanya amal saleh yang Engkau ridlai dan dekatkan dia kepada Mu"

Doa dari alam kubur dalam riwayat Ahmad dan al-Thayalisi:

 ﻗﺎﻟﻮا: اﻟﻠﻬﻢ ﻻ ﺗﻤﺘﻬﻢ، ﺣﺘﻰ ﺗﻬﺪﻳﻬﻢ ﻛﻤﺎ ﻫﺪﻳﺘﻨﺎ "

"Ya Allah, jangan matikan mereka hingga Engkau memberi hidayah kepada mereka, seperti Engkau memberi hidayah pada kami"

Ma'ruf Khozin, Nara Sumber Hujjah Aswaja tv9

0 komentar:

Hukuman Mati dalam Agama Samawi dan Konstitusi Indonesia

Ma'ruf Khozin


Hukuman mati tidak hanya dijumpai dalam umat Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama namun juga bagi agama Yahudi sebagaimana dijelaskan dalam al-Maidah: 45.

Hukuman mati berlaku pada 3 bentuk dosa besar berikut:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﻻ ﻳﺤﻞ ﺩﻡ اﻣﺮﺉ ﻣﺴﻠﻢ، ﻳﺸﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﻲ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺇﻻ ﺑﺈﺣﺪﻯ ﺛﻼﺙ: اﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ، ﻭاﻟﺜﻴﺐ اﻟﺰاﻧﻲ، ﻭاﻟﻤﺎﺭﻕ ﻣﻦ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺘﺎﺭﻙ ﻟﻠﺠﻤﺎﻋﺔ " رواه البخاري ومسلم

Dari Abdullah ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama bersabda: "Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Aku (Muhammad) adalah utusan Allah, kecuali karena 3 hal, (1) Membunuh sesama manusia (2) Orang yang sudah menikah berbuat zina (3) Orang murtad yang telah keluar dari Islam yang meninggalkan kelompok Islam" (HR al-Bukhari dan Muslim)

Sedangkan bagi bandar narkoba digolongkan dalam kejahatan besar yang dapat merusak generasi pembunuh massal juga dihukum mati seperti dalam al-Maidah: 33.

Di dunia militer pun hukuman mati juga dibenarkan, yaitu pada masalah disersi, pasukan yang berkhianat bersekongkol dengan musuh.

Mahkamah Konstitusi pernah menerima Judicial Review tentang hukuman mati oleh terpidana Bali Nine pada 30 Oktober 2007 dan MK menolak serta menegaskan bahwa hukuman mati tidak melanggar Konstitusi Negara maupun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Kalau telah sah secara pandangan Agama dan Negara, mengapa hukuman mati selalu diperdebatkan saat ada eksekusi mati?

0 komentar:

Salat Jumat di Tempat Kerja


Disini suara gemuruh mesin mirip sekali dengan suara tembakan di negara perang. Kapal-kapal besar tak berhenti melakukan bongkar muat. Truck-truck besar dan panjang menyemut untuk dimuati peti-peti besar. Tangan-tangan tinggi dari besi berjalan di tangan kecil operator mesin untuk menaik-turunkan peti-peti, yang saya tak tahu apa isinya.

Namun di hari Jumat siang semua berhenti untuk bersujud kepada Allah, Salat Jumat.

Secara fikih yang kita pelajari dan terlihat nyata di kampung, ternyata sangat berbeda disini. Saya tidak meyakini semuanya Mustauthin (domisili) 40 orang warga disini. Sebab kebanyakan mereka adalah pegawai kontrak yang saat Sabtu-Ahad harus pulang ke kota masing-masing.

Sahkah Salat Jumat mereka? Disinilah nikmatnya pendapat ulama yang berbeda dan menjadi solusi. Sebagian ulama kita mengembalikan kepada teks dasar kewajiban Salat Jumat:

 ﻋﻦ ﻃﺎﺭﻕ ﺑﻦ ﺷﻬﺎﺏ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: " اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺣﻖ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺇﻻ ﺃﺭﺑﻌﺔ: ﻋﺒﺪ ﻣﻤﻠﻮﻙ، ﺃﻭ اﻣﺮﺃﺓ، ﺃﻭ ﺻﺒﻲ، ﺃﻭ ﻣﺮﻳﺾ " رواه ابو داود

Sabda Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama: "Salat Jumat wajib bagi setiap Muslim laki-laki dalam jamaah, kecuali 4. Yaitu budak sahaya, wanita, anak kecil dan orang sakit" HR Abu Dawud

0 komentar:

Menghadapi Tuduhan tentang Negara Kafir

Ma'ruf Khozin

Bukan cuma Indonesia yang menghadapi tuduhan negara Kafir dan Thaghut sehingga harus membela diri sendiri, ternyata Negeri mayoritas umat Islam di semenanjung Timur Tengah juga menghadapi ujian yang sama.

Syaikh Albani yang biasanya mensyirikkan banyak hal seperti Tawassul di kuburan, kini beliau membela diri menjawab tuduhan kafir:

ﻓﺄﻥ ﺃﺻﻞ ﻓﺘﻨﺔ اﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺰﻣﺎﻥ - ﺑﻞ ﻣﻨﺬ ﺃﺯﻣﺎﻥ - ﻫﻮ ﺁﻳﺔ ﻳﺪﻧﺪﻧﻮﻥ ﺩاﺋﻤﺎ ﺣﻮﻟﻬﺎ ﺃﻻ ﻭﻫﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:} ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﻜﻢ ﺑﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ اﻟﻠﻪ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚ ﻫﻢ اﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ { (44 - اﻟﻤﺎﺋﺪﺓ) ﻓﻴﺄﺧﺬﻭﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻓﻬﻮﻡ ﻋﻤﻴﻘﺔ ﻭﻳﻮﺭﺩﻭﻧﻬﺎ ﺑﻼ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺩﻗﻴﻘﺔ

Sumber ujian Takfir di masa ini bahkan sejak masa lampau adalah ayat yang mereka bicarakan tanpa memahaminya selamanya, yaitu "Barang siapa berhukum dengan selain hukum Allah maka mereka adalah kafir" (al-Maidah 44). Mereka mengambilnya tanpa pemahaman mendalam dan menyampaikannya tanpa pengetahuan yang detail (Fitnah at-Takfir 1/5). Kitab ini diberi sambutan oleh ulama wahabi lainnya yaitu Syaikh Bin Baz dan Syaikh Utsaimin.

Demikian halnya ulama besar dari Syria Syaikh Ramadlan al-Buthi dalam kitabnya "Hakadza Fal Nad'u ila al-Islam", dengan pemahaman yang kurang lebih mirip seperti jawaban ulama ahli Tafsir Syaikh Fakhruddin ar-Razi:

ﻭاﻟﺨﺎﻣﺲ: ﻗﺎﻝ ﻋﻜﺮﻣﺔ: ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺤﻜﻢ ﺑﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ اﻟﻠﻪ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺘﻨﺎﻭﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﻜﺮ ﺑﻘﻠﺒﻪ ﻭﺟﺤﺪ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ، ﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺑﻘﻠﺒﻪ ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻜﻢ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻗﺮ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻜﻢ اﻟﻠﻪ، ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﺃﺗﻰ ﺑﻤﺎ ﻳﻀﺎﺩﻩ ﻓﻬﻮ ﺣﺎﻛﻢ ﺑﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﺗﺎﺭﻙ ﻟﻪ، ﻓﻼ ﻳﻠﺰﻡ ﺩﺧﻮﻟﻪ ﺗﺤﺖ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ، ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﺠﻮاﺏ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.

"(Jawaban) kelima. Ikrimah berkata tentang firman Allah (al-Maidah 44) hanya mencakup orang yang ingkar dengan hatinya dan menentang dengan mulutnya bahwa itu adalah hukum Allah, hanya saja ia mekaksanakan hal yang sebaliknya maka ia tetap berhukum kepada hukum Allah namun ia meninggalkannya (tanpa mengingkarinya). Maka tidak dapat masuk dalam ayat tersebut. Inilah jawaban yang sahih. Wallahu A'lam. (Tafsir Kabir Mafatih al-Ghaib 126/368)

Malam terakhir di Bogor, 2 Agustus 2016

0 komentar:

Perjalanan Tawassul Dalam Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal


Ulama Saudi merilis dalam Fatwa resminya adalah berhaluan Madzhab Hanbali. Dalam masalah Tawassul kepada Nabi atau ulama, mufti-mufti Saudi menghukumi syirik atau dapat mengarah pada syirik.

Padahal pendahulu mereka yang bermadzhab Hanbali memperbolehkan, yaitu Syaikh Ibnu Taimiyah. Namun dalam pemahaman muridnya yang lain yaitu Syaikh Ibnu Abdil Hadi bahwa Ibnu Taimiyah melarang Tawassul. Ibnu Taimiyah memperbolehkan setelah diselidiki oleh majlis para ulama dengan menghadirkan seorang Qadli Hakim bermadzhab Syafiiyah. Disinilah terungkap bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan, seperti yang disampaikan oleh muridnya al-Hafidz Ibnu Katsir:

ﻗﺎﻝ ﻻ ﻳﺴﺘﻐﺎﺙ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ، ﻻ ﻳﺴﺘﻐﺎﺙ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ اﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﻌﺒﺎدﺓ، ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺘﻮﺳﻞ ﺑﻪ ﻭﻳﺘﺸﻔﻊ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ

Ibnu Taimiyah berkata, hanya Allah yang dimintai pertolongan. Tidak boleh meminta tolong (istighotsah) kepada Nabi, istighotsah dalam arti ibadah. Namun boleh untuk dijadikan Tawassul dan dimintai pertolongan kepada Allah (Al-Bidayah wa an-Nihayah 14/51)

Jika merujuk kepada ulama yang lebih Salaf sekaligus pendiri madzhabnya, justru Imam Ahmad mengamalkan doa Tawassul dengan Nabi:

 ﻭﻳﺠﻮﺯ اﻟﺘﻮﺳﻞ ﺑﺼﺎﻟﺢ، ﻭﻗﻴﻞ: ﻳﺴﺘﺤﺐ، ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﻓﻲ ﻣﻨﺴﻜﻪ اﻟﺬﻱ ﻛﺘﺒﻪ ﻟﻠﻤﺮﻭﺫﻱ: ﺇﻧﻪ ﻳﺘﻮﺳﻞ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﺩﻋﺎﺋﻪ، ﻭﺟﺰﻡ ﺑﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺘﻮﻋﺐ ﻭﻏﻴﺮﻩ

Boleh bertawassul dengan orang saleh. Ada yang mengatakan dianjurkan. Ahmad berkata dalam Mansak yang ditulisnya kepada al-Marrudzi bahwa beliau bertawassul dengan Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama dalam doanya. Dan ia menegaskan dalam al-Mustau'ib dan lainnya (Ibnu Muflih al-Hanbali, al-Furu' 3/229)

Ma'ruf Khozin, Anggota Aswaja NU Center Jatim

0 komentar:

Suami Minum ASI Tidak Jadi Mahram



Beberapa hari lalu sempat didiskusikan perihal seorang suami yang "meminum" ASI. Apakah lantas istrinya menjadi mahram ibu susuan?

Jawabannya adalah tidak. Berdasarkan:

ﻋﻦ ﺃﻡ ﺳﻠﻤﺔ ﻗﺎﻟﺖ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﻣﻦ اﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻓﺘﻖ اﻷﻣﻌﺎء ﻓﻲ اﻟﺜﺪﻱ، ﻭﻛﺎﻥ ﻗﺒﻞ اﻟﻔﻄﺎﻡ»: «رواه الترمذي وقال ﻫﺬا ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ»

Dari Ummi Salamah, sabda Rasulullah shalla Allahu alaihi wasallama: "Menyusui tidaklah menjadikan mahram kecuali yang dapat mengenyangkan perut bayi dari ASI, sebelum dipisah [2 tahun]" (HR Tirmidzi ua menilai hasan-sahih)

ﻭاﻟﻌﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا ﻋﻨﺪ ﺃﻛﺜﺮ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ: ﺃﻥ اﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﻻ ﺗﺤﺮﻡ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺩﻭﻥ اﻟﺤﻮﻟﻴﻦ، ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﺪ اﻟﺤﻮﻟﻴﻦ اﻟﻜﺎﻣﻠﻴﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﺷﻴﺌﺎ

Inilah yang diamalkan oleh para ulama dari para Sahabat Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama bahwa menyusui tidak menjadikan mahram kecuali bagi anak sebelum 2 tahun. Menyusui setelah lewat 2 tahun maka tidak berpengaruh pada status mahram (Jami' at-Tirmidzi)

Syaikh Mustafa Daib al-Bigha juga menjelaskan:

ﻭﻗﺪ ﺫﻫﺐ ﻋﺎﻣﺔ ﻋﻠﻤﺎء اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ - ﻭﻣﻨﻬﻢ اﻷﺋﻤﺔ اﻷﺭﺑﻌﺔ - ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺭﺿﺎﻉ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺗﺠﺎﻭﺯ اﻟﺴﻨﺘﻴﻦ ﺳﻦ اﻟﺮﺿﺎﻉ ﻻ ﺃﺛﺮ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺛﺒﻮﺕ اﻟﻤﺤﺮﻣﻴﺔ ...

Mayoritas ulama, diantaranya Imam 4 madzhab, berpendapat bahwa susuan orang dewasa yang lebih dari 2 tahun yang tidak memiliki pengaruh dalam hal nasab. (Ta'liq Sahih al-Bukhari 5/81)

Hari ASI se Dunia...

Ma'ruf Khozin, anggota PW LBM NU Jatim

0 komentar:

Dalil al-Quran Kebolehan Menyapa Sayyidina Muhammad



Firman Allah:

{ ﻟﺘﺆﻣﻨﻮا ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺗﻌﺰﺭﻭﻩ ﻭﺗﻮﻗﺮﻭﻩ ﻭﺗﺴﺒﺤﻮﻩ ﺑﻜﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ }

" ... Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkannya, membesarkannya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (Al-Fatĥ : 9)

Syaikh Thabari mengutip dari ulama ahli tafsir:

عن قتادة (ﻭﺗﻮﻗﺮﻭﻩ) ﺃﻣﺮ اﻟﻠﻪ ﺑﺘﺴﻮﻳﺪﻩ ﻭﺗﻔﺨﻴﻤﻪ.

Dari Qatadah maksud ayat "Membesarkannya" adalah Allah memerintahkan untuk menjadikan Rasul sebagai Sayid dan mengagungkannya (Tafsir ath-Thabari 22/208)

Catatan: "dlamir" / kata ganti pada kalimat (ه) terjadi perbedaan pendapat. Banyak ahli tafsir yang mengembalikannya kepada Rasul, kecuali pada kalimat (وتسبحوه) maka merujuk kepada Allah.

Ma'ruf Khozin, Pecinta Sayyidina Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama

0 komentar:

Bolehkah Mengucapkan Selamat Ulang Tahun?

...

Lagi-lagi Salafi Melarang Ucapan Selamat Ulang Tahun?

Jika ada suatu masalah yang baru namun tidak merujuk kepada ulama yang kompeten, maka pasti jawabannya bidah. Hanya dengan modal menghafal hadis "bidah" dan hadis "Barang siapa menyerupai suatu kaum..." sudah cukup menjadi sosok selevel Mufti.

Termasuk diantaranya masalah ucapan selamat ulang tahun, HBD (happy birth day), baraka Allahu fi umrik dan sebagainya. Benarkah dilarang?

Dalil Mengucapkan Selamat

Para ulama ahli hadis menjadikan hadis sahih berikut sebagai dasar Tahniah atau ucapan selamat:

 ﻭﺁﺫﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺘﻮﺑﺔ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺣﻴﻦ ﺻﻠﻰ ﺻﻼﺓ اﻟﻔﺠﺮ، ﻓﺬﻫﺐ اﻟﻨﺎﺱ ﻳﺒﺸﺮﻭﻧﻨﺎ ... ﻭاﻧﻄﻠﻘﺖ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻴﺘﻠﻘﺎﻧﻲ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻮﺟﺎ ﻓﻮﺟﺎ، ﻳﻬﻨﻮﻧﻲ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ، ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ: ﻟﺘﻬﻨﻚ ﺗﻮﺑﺔ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻚ (رواه البخاري)

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama memberi tahu kepada kami tentang diterimanya taubat saa Subuh... Saya (Ka'b bin Malik) berjalan menuju Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama, lalu para Sahabat menemui saya secara berkelompok seraya mengucapkan selamat. Mereka berkata: "Selamat atas diterimanya taubatmu oleh Allah" (HR al-Bukhari)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

 ﻭﻓﻴﻬﺎ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺳﺠﻮﺩ اﻟﺸﻜﺮ ﻭاﻻﺳﺘﺒﺎﻕ ﺇﻟﻰ اﻟﺒﺸﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﻭﺇﻋﻄﺎء اﻟﺒﺸﻴﺮ ﺃﻧﻔﺲ ﻣﺎ ﻳﺤﻀﺮ اﻟﺬﻱ ﻳﺄﺗﻴﻪ ﺑﺎﻟﺒﺸﺎﺭﺓ ﻭﺗﻬﻨﺌﺔ ﻣﻦ ﺗﺠﺪﺩﺕ ﻟﻪ ﻧﻌﻤﺔ ﻭاﻟﻘﻴﺎﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﺇﺫا ﺃﻗﺒﻞ

"Di dalam hadis tersebut disyariatkan sujud Syukur, bergegas memberi kabar baik, mengabarkan kepada orang tersebut dengan cara yang terbaik, dan ucapan selamat kepada orang yang baru mendapatkan nikmat, serta berdiri jika ia menyambut" (Fathul Bari Syarah Sahih al-Bukhari 8/124)

Atsar Mengucapkan Selamat Atas Kelahiran Anak

Al-Hafidz As-Suyuthi dalam kitabnya Wushul al-Amani fi Ushul at-Tahani (1/94) menyebut ada banyak bentuk ucapan selamat, baik Ramadlan, Hari Raya, setelah perang, pernikahan, termasuk juga kelahiran:

ﻭﺃﺧﺮﺝ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﺪﻋﺎء ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ اﻟﺴﺮﻱ ﺑﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﻗﺎﻝ: ﻭﻟﺪ ﻟﺮﺟﻞ ﻭﻟﺪ ﻓﻬﻨﺄﻩ ﺭﺟﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻟﻴﻬﻨﻚ اﻟﻔﺎﺭﺱ، ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺤﺴﻦ اﻟﺒﺼﺮﻱ: ﻭﻣﺎ ﻳﺪﺭﻳﻚ؟ ﻗﻞ: ﺟﻌﻠﻪ اﻟﻠﻪ ﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﺔ ﻣﺤﻤﺪ، ﻭﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺣﻤﺎﺩ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻥ ﺃﻳﻮﺏ ﺇﺫا ﻫﻨﺄ ﺭﺟﻼ ﺑﻤﻮﻟﻮﺩ ﻗﺎﻝ: ﺟﻌﻠﻪ اﻟﻠﻪ ﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﺔ ﻣﺤﻤﺪ.

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab ad-Dua' dari jalur as-Sari bin Yahya, ia berkata:
 "Seorang memiliki anak, lalu yang lain mengucapkan: "Selamat atas kelahiran penunggang kuda". Hasan al-Bashri berkata: "Dari mana kamu tahu? Katakanlah semoga Allah menjadikan anakmu sebagai berkah bagimu dan umat Muhammad".
Dari jalur Hammad bin Zaid, ia berkata: "Jika Ayyub mengucapkan kelahiran anak, ia ucapkan semoga Allah menjadikan anakmu sebagai berkah bagimu dan umat Muhammad"

Ijtihad Ulama Tentang Doa Panjang Umur

Syaikh Abdul Hamid asy-Syarwani berkata

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺘﺤﻴﺔ ﺑاﻟﻄﻠﺒﻘﺔ ﻭﻫﻲ ﺃﻃﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺑﻘﺎءﻙ ﻓﻘﻴﻞ: ﺑﻜﺮاﻫﺘﻬﺎ، ﻭاﻷﻭﺟﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ اﻷﺫﺭﻋﻲ ﺇﻧﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﺃﻭ اﻟﻌﻠﻢ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﻭﻻﺓ اﻟﻌﺪﻝ ﻓﺎﻟﺪﻋﺎء ﺑﺬﻟﻚ ﻗﺮﺑﺔ ﻭﺇﻻ ﻓﻤﻜﺮﻭﻩ اﻩـ ﻣﻐﻨﻲ ﺯاﺩ اﻷﺳﻨﻰ ﺑﻞ ﺣﺮاﻡ اﻩـ.

Adapun penghormatan dengan Thalbaqah, yaitu doa "Semoga Allah memanjangkan umurmu", dikatakan makruh. Pendapat yang kuat adalah yang disampaikan al-Adzra'i, yaitu (ditafsil/ diperinci): " (1) jika disampaikan kepada orang yang ahli ibadah, ahli ilmu, atau pemimpin yang adil maka sunah. (2) Jika tidak maka makruh. Syaikh Zakaria Al-Anshari menambahkan haram" (Hawasyai asy-Syarwani 9/229)

Jika masih ditemukan pendapat para ulama yang ahli di bidang ijtihad, mengapa langsung memvonis tasyabbuh dengan orang kafir?

Ma'ruf Khozin, Anggota PW LBM NU Jatim

0 komentar:

Bekas Sujud dan Khawarij

Ma'ruf Khozin

ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳث اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻋﻨﺪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ ﻗﺼﺔ ﻣﻨﺎﻇﺮﺗﻪ ﻟﻠﺨﻮاﺭﺝ ﻗﺎﻝ ﻓﺄﺗﻴﺘﻬﻢ ﻓﺪﺧﻠﺖ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻡ ﻟﻢ ﺃﺭ ﺃﺷﺪ اﺟﺘﻬﺎﺩا ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻛﺄﻧﻬﺎ ﺛﻔﻦ اﻹﺑﻞ ﻭﻭﺟﻮﻫﻬﻢ ﻣﻌﻠﻤﺔ ﻣﻦ ﺁﺛﺎﺭ اﻟﺴﺠﻮﺩ

Dalam riwayat Ibnu Abbas tentang kisah perdebatan beliau dengan Khawarij, beliau berkata: "Aku datangi mereka, aku masuki suatu kaum yang tak kulihat orang yang lebih bersungguh-sungguh di banding mereka, tangannya sekeras onta, wajahnya ada tanda bekas-bekas sujud"

(al-Hafidz Ibnu Hajar, dalam Fath al-Bari syarah Hadis al-Bukhari 12/289. Dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Hafidz al-Haitsami dalam Majma' Az-Zawaid 6/241)

0 komentar: