Mengapa Wudlu Harus Membasuh Tangan?











RAHASIA WUDHU' (2)


MENGAPA ALLAH PERINTAH MEMBASUH TANGAN SAAT WUDHU'?


INI PENJELASAN KH. SHOLEH DARAT


Oleh : In'amuzzahidin Masyhudi






Tangan adalah salah satu organ penting dalam bekerja. Hampir semua pekerjaan membutuhkan kehadiran tangan untuk menyelesaikannya, apapun profesinya. Karena saking pentingnya tangan ini, hingga seolah ada anggapan, bahwa tangan inilah yang mensukseskan pekerjaan manusia, dan dapat menyambung serta mempertahankan hidupnya. Muncul juga anggapan, seolah kalau tidak bekerja, seolah ia tidak bisa makan dan tidak bisa bertahan hidup. Sehingga manusia sering menggantungkan hidupnya dengan tangannya atau pekerjaannya.






Padahal hakikatnya, masalah kecukupan rizki, bukan berasal dari pekerjaannya. Allah-lah Sang Maha Mencukupi, Sang Maha Pemberi Rizki. Kalau Allah katakan cukup, maka cukuplah kebutuhan hidupnya dengan caranya Allah. Tap kalau Allah murka dan katakan kekurangan pada hidup seseorang, maka hidupnya pun terus dirundung kekurangan.






Banyak orang bergaji tiap bulan, tapi hutang menumpuk. Banyak orang yang kerja serabutan, tapi cukup dan bebas dari hutang.


Hasbunallahu wa ni'mal wakil......


Gantungkan hidupmu pada Allah, bukan pada pekerjaanmu. Pekerjaan hanya wasilah saja...


Pasrahkan urusanmu pada Allah, bukan pada ikhtiar tanganmu....


Wa man yatawakkal 'ala Allahi fahuwa hasbuh....






Nah, membasuh tangan berarti membasuh tangan dari bekas ketergantungan hati manusia kepada makhluk (selain Allah), yang harus segera dibasuh dengan air taubat dan istighfar.


Kyai Sholeh Darat berkata :


"lan maleh masuhno siro kabeh ing tangan iro karo saking labete olehe iro gandulan makhluk. Lan labete olehe iro gumantung kelawan makhluk iyo wasuhono kelawan banyu taubat lan istighfar." (Muhammad Shâlih ibn 'Umar, Hâdzihî Kitâb Lathâ'if al-Thahârah, hlm. 6)


Wallahu a'lam bish shawab.






Semarang, Ahad, 7 Januari 2018


KOPISODA (Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat)


AJISELERA (Pengajian Selasa Sore Kyai Sholeh Darat) Nurul Hidayah Pedurungan Lor Semarang)

0 komentar: