Fasholatan KH. Sholeh Darat 1: Mengurai Makna Salat

Terjemahan Kitab Fasholatan Karya K.H. Sholeh Darat As-Samarani (1820-1903). #1
Oleh Nur Ahmad.

Pembukaan

Hendaknya semua orang yang shalat mengerti makna bacaan yang mereka baca ketika shalat. Oleh sebab itu, hendaknya mereka mengaji kitab ini. Ia adalah kitab karya 'Alim yang memiliki keutamaan, sikap wara' dan kesempurnaan budi pekerti, Syaikh Haji Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani. Semoga Allah mengampuninya, kedua orang tuanya dan seluruh umat muslim. Amin.


بِسمِ اللهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيم

Persiapan Shalat

Ketahuilah bahwa ketika kamu telah bersuci secara lahiriah dengan berwudhu sesuai dengan hukum syariat. Jika kamu junub, kamu hendaknya telah mandi junub sesuai hukum syariat pula. Yaitu, keduanya kamu lakukan sesuai dengan yang telah diterangkan dalam kitab-kitab fikih. Setelah itu, kamu hendak melaksanakan shalat wajib karena mengikuti perintah syariat, maka menghadaplah ke kiblat. Pastikan tempat shalatmu dan juga hatimu telah bersih dari najis. Setelah itu, hadapkanlah dadamu secara lahir dan hadapkanlah hatimu secara rohaniah ke arah kiblat.

Memasuki Shalat

Dalam keadaan seperti ini, berniatlah mengikuti perintah Allah swt. sesuai dengan contoh yang diberikan Baginda Rasulullah saw. Berniatlah juga mencari keridhaan Allah swt. dengan cara menghadap dengan rendah diri kepada-Nya. Jagalah kesadaran ini dengan kukuh selama melaksanakan shalat.

Takbir

Kemudian ucapkanlah: 'Allahu Akbar'. Yaitu hatimu berkata bahwa sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Agung kekuasaan-Nya; tidak ada yang agung selain Allah; dan tidak ada tuhan selain Allah. Jangan sekali-kali kamu menduga bahwa ada satu makhluk pun yang memiliki sifat keagungan dan sifat kemuliaan ini. Allah semata yang memiliki kedua sifat agung ini dan tidak ada satu makhluk pun yang menyekutui Allah.


Doa iftitah

Setelah takbir, ucapkanlah:

وَجَّهتُ وَجهِيَ

Yaitu Hamba menghadap kepada Tuhan. Hamba hadapkan wajah dan hati hamba kepada (bacalah):

لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالأَرض

Dzat Yang telah menciptakan tujuh langit dan tujuh bumi. Artinya hamba menghadap untuk mengikuti perintah Dzat Yang telah menciptakan tujuh langit dan tujuh bumi beserta isinya. Lalu hadapkanlah dadamu secara lahir kepada baitullah. Juga hadapkanlah hatimu secara rohaniah kepada Allah Yang memerintahkan shalat.

Lalu lanjutkan bacaan:

حَنِيفًا مُسلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Maksudnya hendaknya hati seorang yang sedang shalat itu menghadap lurus dan fokus kepada Allah dan tidak menoleh ke kiri dan ke kanan. Seorang yang shalat hendaknya meneguhkan dalam hatinya bahwa dia semata-mata menghadap Allah dan menjalankan perintah Allah. Tujuannya adalah pasrah dan tunduk kepada Allah dan tidak sekali-kali dia berontak terhadap perintah ini. Dia hendaknya tidak pula menyekutukan tujuan shalat ini dengan cara melakukan shalat karena mengikuti perintah selain Allah. Ucapkanlah dalam hatimu "hamba hanya menuju kepada Engkau semata Ya Allah, tidak selain Engkau".

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَى وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ العٰلَمِينَ

Maksudnya sesungguhnya shalat hamba, seluruh ibadah hamba, hidup dan mati hamba, seluruhnya adalah milik Allah سُبحَانَهُ وَتَعَالَى Yang merajai seluruh alam.

Lalu ucapkanlah:

لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

Maksudnya, tidak ada yang berserikat dengan Allah dan tidak ada yang menyerupai Allah dalam keagungan-Nya. Sebaliknya segala sesuatu menjadi hamba Allah. oleh karena itu, hamba melaksanakan shalat dan seluruh ibadah. Hamba adalah orang yang pasrah dan tunduk mengikuti apapun kehendak dan perintah-Mu Ya Allah.

Bersambung...

0 komentar: