Kesunahan Menikah dengan Satu Istri




ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ (ﻓﺎﻧﻜﺤﻮا ﻣﺎ ﻃﺎﺏ ﻟﻜﻢ ﻣﻦ اﻟﻨﺴﺎء ﻣﺜﻨﻰ ﻭﺛﻼﺙ ﻭﺭﺑﺎﻉ ﻓﺈﻥ ﺧﻔﺘﻢ ﺃﻻ ﺗﻌﺪﻟﻮا ﻓﻮاﺣﺪﺓ ﺃﻭ ﻣﺎ ﻣﻠﻜﺖ ﺃﻳﻤﺎﻧﻜﻢ ﺫﻟﻚ ﺃﺩﻧﻰ ﺃﻻ ﺗﻌﻮﻟﻮا)
Allah berfirman dalam: (An-Nisā': 3) yang artinya: ".... Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka *(KAWINILAH) SEORANG SAJA*, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."

Seperti dijelaskan dalam Madzhab Syafi'iyah:

ﻭﻧﺪﺏ ﺇﻟﻰ اﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻮﺭ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﻌﺪﻝ، ﻭﻫﺬا ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
*Dianjurkan menikah 1 wanita karena khawatir berbuat dosa dan tidak adil*. Sementara Nabi shalallahu alaihi wasallam terjamin dari hal tersebut (Al-Majmu' wa Takmilatuhu, 16/144)

----_----------

ﺃ - ﺃﻥ ﻻ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻠﻰ اﻣﺮﺃﺓ ﻭاﺣﺪﺓ:
18 - ﺫﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭاﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺰﻳﺪ اﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﻋﻠﻰ اﻣﺮﺃﺓ ﻭاﺣﺪﺓ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺟﺔ ﻇﺎﻫﺮﺓ، ﺇﻥ ﺣﺼﻞ ﺑﻬﺎ اﻹﻋﻔﺎﻑ ﻟﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﻮاﺣﺪﺓ ﻣﻦ اﻟﺘﻌﺮﺽ ﻟﻠﻤﺤﺮﻡ، ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻭﻟﻦ ﺗﺴﺘﻄﻴﻌﻮا ﺃﻥ ﺗﻌﺪﻟﻮا ﺑﻴﻦ اﻟﻨﺴﺎء ﻭﻟﻮ ﺣﺮﺻﺘﻢ (1) } 
، ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ اﻣﺮﺃﺗﺎﻥ ﻳﻤﻴﻞ ﺇﻟﻰ ﺇﺣﺪاﻫﻤﺎ ﻋﻠﻰ اﻷﺧﺮﻯ ﺟﺎء ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺃﺣﺪ ﺷﻘﻴﻪ ﻣﺎﺋﻞ " (2) .
ﻭﻗﺎﻝ اﻷﺫﺭﻋﻲ: ﻟﻮ ﺃﻋﻔﺘﻪ ﻭاﺣﺪﺓ ﻟﻜﻨﻬﺎ ﻋﻘﻴﻢ اﺳﺘﺤﺐ ﻟﻪ ﻧﻜﺎﺡ ﻭﻟﻮﺩ.
ﻭﻳﺮﻯ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺇﺑﺎﺣﺔ ﺗﻌﺪﺩ اﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻊ ﺇﺫا ﺃﻣﻦ ﻋﺪﻡ اﻟﺠﻮﺭ ﺑﻴﻨﻬﻦ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺄﻣﻦ اﻗﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻨﻪ اﻟﻌﺪﻝ ﺑﻴﻨﻬﻦ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢﻳﺄﻣﻦ اﻗﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ (1) ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ {ﻓﺈﻥ ﺧﻔﺘﻢ ﺃﻻ ﺗﻌﺪﻟﻮا ﻓﻮاﺣﺪﺓ (2)  
موسوعة كويتية

(1) ﻣﻐﻨﻲ اﻟﻤﺤﺘﺎﺝ 2 / 127 - 128، ﻭﺃﺣﻜﺎﻡ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻟﻠﺠﺼﺎﺹ 2 / 54.
(2) ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻨﺴﺎء / 3.

0 komentar: