Membaca Yasin untuk Orang Mati


Warga Nahdliyin hampir hafal surat Yasin, karena sering membacanya, baik saat Tahlilan, ziarah makam dan lainnya. Apa tidak khawatir di bilang bid'ah? Jangan takut disebut bid'ah sebab ulama Madzhab Hanbali membolehkan, yaitu kakeknya Ibnu Taimiyah:

ومن ذلك ما قاله المجد في قوله صلى الله عليه وسلم اقرؤوا يس على موتاكم يشمل المحتضر والميت قبل الدفن وبعده فبعد الموت حقيقة وقبله مجاز (شرح الكوكب المنير 2/112)

"Diantaranya adalah yang dikatakan oleh al-Majdu (Yaitu Majduddin Abdussalam at-Taimiyah, kakek Syaikh Ibnu Taimiyah) dalam hadis Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama: "Bacakanlan Yasin untuk orang-orang mati diantara kalian" [HR Ibnu Hibban]. Hadis ini mencakup orang yang akan mati, orang yang sudah mati baik sebelum dikubur atau sesudah dikubur. Sesudah mati adalah hakikatnya, dan sebelum mati adalah secara majaz" (Syaikh Ibnu an-Najjar, Syarah Al-Kaukab al-Munir 2/112)

>> Catatan, bagi ulama yang tidak setuju akan menilai hadis ini dlaif karena <1> faktor Abu Utsman yang dinilai majhul dan karena <2> sanadnya idlthirab. Namun kita cukup berpegang pada hadis ini yang dikuatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam at-Talkhish al-Habir.

Ma'ruf Khozin, Anggota di Aswaja NU Center Jatim (Nahdliyin mengamalkan, dalilnya kami sampaikan)

0 komentar: