Salat Fardhu Bermakmum Masbuq Dengan Imam yang Sedang Sholat Sunnah





Berjamaah tapi beda niat antara imam dan makmum (hukum orang yang bermakmum masbuq dengan orang yang sedang sholat sunnah, sedangkan yang bermakmum masbuq tidak tau bahwa imamnya sedang sholat sunnah)

Menurut Imam Syafi’i dalam kitab I’anuth Thalibin juz II halaman 42 hukumnya sah, dikarenakan udzur yang bermakmum masbuq tadi tidak tau bahwa Imamnya sedang sholat sunnah.
Menurut Imam Mahali dalam kitab Al-Kifayah hkumnya sah, bila makmum masbuq setelah takbilaturihram langsung membaca al-fatihah, walaupun orang yang dimakmumi orang yang sedang sholat sunnah, atau makmum masbuq tidak sempat membaca fatihah, atu makmum masbuq tersebut sudah membacanya tapi belum selesai sedangkan Imam sudah ruku’, maka makmum masbuq tersebut wajib mengikuti ruku’nya imam , dan makmum tadi mendapat rakaat tersebut, jadi hukumnya sah.
Menurut Imam Syafi’i dalam kitab Fathulmu’in juz II atau dalam kitab Infaqussa’ah halaman 23 karangan Assyaikh ‘Abdul Munit bin Nawawi, bermakmum masbuq dengan orang yang sedang sholat sunnah hukumnya sah, apabila makmum tersebut setelah takbiratulikhram membaca do’a iftitah atau ta’awudz setelah itu membaca al-fatihah secukupnya, jika imam sudah ruku’ makmum harus ikut ruku’nya imam, walupun makmum tersebut belum selesai membaca fatihahnya.
Menutut Imam Hambali dan Imam Syafi’i yang diunggulkan oleh Ulama muta’akhirin dalam kitab Tausih ‘Ala Ibnu Qosim karangan Assyaikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi Assyafi’i mengatakan, apabila makmum masbuq tidak tau bahwa yang wajib dibaca baginya adalah al-fatihah, maka ia tetap wajib membacanya dengan seukuran bacaan sunnah (do’a iftitah atau ta’awudz) atau seukuran diamnya dan hal ini termasuk dalam kategori udzur, dan ketika ia menyempurnakanya membaca fatihah kemudian tertinggal lebih dari 3 (tiga) rukun maka sholatnya batal kecuali dengan salah satu dari dua pilihan:
1.      Niat mufaroqoh (pisah dari imam) dan melanjutkan runtutan sholatnya sendiri.
2.      Mengikuti gerakan imam dan rakaat saat itu tidak terhitung, jadi setelah salamnya imam ia wajib membenahi rakaat yang tidak terhitung tadi, walaupun bermakmum masbuq dengan orang yang sedang sholat sunnah.

Pengertian makmum masbuq
Makmum masbuq adalah makmum yang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membaca surat al-fatihah ketika imam berdiri. Yang dipakai sebagai ukuran makmum masbuq adalah bacaan yang sedang (membaca al-fatihah tidak perlu lama-lama ketika imam masih berdiri), bukan bacaan makmum itu sendiri dan bacaan imamnya.
Sedangkan makmum muwafiq adalah makmum yang mempunyai waktu yang cukup untuk membaca surat al-fatihah (dengan ukuran sedang) ketika imam berdiri. Hal tersebut diterangkan dalam kitab I’anuth Thalibin dan Fathul Mu’in juz II halaman 42.
Syarat-syarat sahnya makmum masbuq
1.      Takbiratulikhram kemudian takbir lagi untuk ruku’, namun bila makmum masbuq hendak melakukan satu takbir saja maka boleh dengan syarat:
a.       Takbir tersebut dimaksudkan hanya untuk takbilaturikhram
b.      Takbir tersebut sudah selesai sebelum ia mendekati pada posisi batas minimal ruku’.
2.      Bisa ruku’ bersama imam (ruku’nya imam harus ruku’ yang dihitung, artinya bukan ruku’tambahan yang dilakukan karena lupa atau ruku’nya muhdis (hadas) karena muhdis harus mengulangi sholatnya) dan yakin sudah tuma’ninah (mayoritas ulama a’immah) sebagaimana dikutib oleh Imam Mahali dari kitab al-Kifayah tidak mensyaratkan tuma’ninah sebelum imam bangun dan ruku’) sebelum imam bangun dari ruku’. Batas minimal ruku’ adalah keadaan membungkuk dengan sukuran bila seseorang meletakkan telapak tangan bagian atas, maka akan sampai pada lutut,

Hal tersebut diterangkan dalam kitab Al-Bajuri juz I halaman 198.

Nama                           : Isnaini Rofiatul Jannah
NIM                            : 15.10.967
Semester                      : II (dua) PAI B
Mata Kuliah                : FIQIH I

Dosen  Pengampu       : M. Nasrudin. SHI M.H

0 komentar: