Garis Arsir antara Hadats Besar dan Hadats Kecil











Berdasarkan buku terjemahan Shahih Fiqih Wanita Muslimah yang diterbitkan Penerbit Insan Kamil, dengan penulis Abu ‘Ubaidah Usamah bin Muhammad Al-Jammal, dan diterjemah oleh Arif Rahman Hakim, Lc yang menjelaskan cara mandi yang disunnahkan, yaitu mandinya Nabi SAW ketika beliau mandi junub. Dimulai dengan mencuci kedua telapak tangan, mencuci kemaluan dan membersihkan bekas junubnya. Lalu, berwudhu secara sempurna seperti wudhu untuk shalat. Kemudian, menyiram kepala dengan air sebanyak tiga kali, lalu menyiram dan membersihkan seluruh badannya.




Di dalam buku tersebut terdapat sebuah terjemahan hadits riwayat Al-Bukhari di dalam Shahih-nya Kitab Al-Ghusl, no: 248, dan Muslim dalam Kitab Al-Haid, no: 316 ‘Aisyah ra berkata, “Adalah Rasulullah SAW jika beliau mandi karena junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian tangan kanannya membersihkan tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya. Kemudian, berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu mengambil air kemudian memasukkan jari-jarinya ke sela-sela pangkal rambutnya, sampai ketika beliau melihat telah bersih, beliau menyiram kepalanya sebanyak tiga siraman. Setelah itu, beliau menyiram seluruh badannya. Terakhir mencuci kedua kakinya.”




Nah, dari keterangan hadits di atas dapat disimpulkan bahwa hadats kecil secara otomatis akan hilang bersamaan dengan sucinya hadats besar.





0 komentar: